Gerakan sosial dan corona agar dapat memutus rantai penyebaran covid 19

melakukan gerakan sosial guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang belakangan ini semakin besar, di desa saya hingga saat ini petugas desa dan relawan setempat dan terutama anak-anak mudah untuk bersatu dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian alat perlengkapan diri (APD) untuk para medis, sarung tangan dan masker untuk seluruh masyarakat, Gerakan Sosial dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Selain gerakan sosial membantu masyarakat, aparat desa dan tenaga medis menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan aktivitas sty at home atau di rumah saja, seperti yang dihimbau pemerintah Semogah wabah virus Corona cepat mereda maka diperlukan juga peran serta masyarakat. Apalagi virus Corona belum ada obatnya. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk mentaati dan mengikuti himbauan dari pemerintah. Yakni dengan tetap diam rumah saja dan kenakan masker ketik harus keluar rumah. Makanya diperlukan peran serta masyarakat untuk menekan penyebarannya. Yakni di antaranya mengikuti himbaun pemerintah untuk diam di rumah saja, Dampaknya pandemi ini cukup mengguncang segala aspek di Indonesia Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk memutus persebaran virus Corona ini dengan memberlakukan peraturan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan salah satu kewajiban masyarakat untuk menggunakan masker untuk sikap preventif menjaga diri Gerakan peduli ini dengan membagikan masker di desa kami lakukan untuk masyarakat agar lebih melakukan tindakan preventif menjaga diri dengan menggunakan masker kain. Dan juga mengedukasi para masyarakat yang bagikan masker dengan memberikan informasi penggunaan hingga pencucian masker kain yang benar 

Dalam gerakan ini mungkin cara-cara penanganan virus corona di Indonesia akan berbeda dengan yang dilakukan oleh negara lain karena Indonesia berbeda kondisi iklim, politik, ekonomi, geografis, sosial-budaya dan karakter masyarakatnya dengan negara mereka. Di Indonesia kita coba virusnya yang kita lockdown, kalau di negara lain manusianya yang di lockdown, Kebijakan social distance dan pembatasan sosial berskala besar pergerakan manusianya yang dibatasi. Sementara GNZD gerakan virus dibatasi dengan mengelola dropletnya menjadi nol. Sehingga manusianya dapat bergerak relatif bebas. Dengan kata lain pada virusnya yang dilockdown atau gerakannya dibatasi, bukan manusianya. Sistem aksi GNZD kita sesuaikan dengan kondisi keterbatasan kekuatan medis, finasial dan ekonomi masyarakatnya.

Kita yakin kecerdasan kita cukup untuk menangani virus ini dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kita, termasuk lokasi geografis yang memiliki banyak sinar matahari.

Pengelolaan orang yang berpotensi mengeluarkan droplet dan pengeloaan droplet sangat penting untuk memutuskan mata rantai penyebaran corona. Pelaksanaanya bisa dilakukan di level desa/kelurahan, karena pada level tersebut manajemen pelaksanaannya dianggap lebih mudah, sederhana, efektif dan efisien. Juga biaya yang dikeluarkan mungkin jauh lebih murah.

"Alur pikirnya supaya droplet tidak ada terpercik ke permukaan tubuh, benda sekitar manusia, udara baik dalam bentuk butiran kasar, macro maupun micro. Penyebaran melalui feses, tidak jadi perhatian dan tidak dibahas dalam gagasan GNZD ini. Untuk melaksanakan gerakan pencegahan droplet tidak jatuh ke permukaan tubuh, benda, termasuk terdispersi dan tersuspensi diudara sebagai aerosol, maka kita perlu identifikasi dan inventarisasi terlebih dahulu warga yang berpotensi mengeluarkan droplet.


Oleh karena itu perlu dilakukan sensus dan absensi kesehatan secara nasional dan serentak di level desa dan kelurahan. Agar ditengah tengah masyarakat dapat diketahui warga yang berpotensi mengeluarkan droplet melalui mulut dan hidung, jelas Alimin.

"Intinya, siapapun dalam kategori orang kurang sehat dengan gejala Corona ketika mengeluarkan droplet melalui mulut dan hidung tidak boleh dibuang sembarangan

Dampak dari pandemi global ini nyatanya dapat diminimalisir dengan melakukan karantina di rumah. Namun permasalahannya, tidak semua dari kita memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan produktif dari rumah. Pekerja harian yang menggantungkan hidupnya dari jalanan terpaksa tetap bekerja di tengah pandemi COVID-19, sehingga mereka masih memiliki resiko terpapar dan penyebaran belum bisa ditekan Resiko penyebaran virus corona belum dapat ditekan dengan maksimal apabila kebutuhan pekerja harian belum terpenuhi. Mereka mau tak mau pergi ke luar rumah untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, Gerakan Bantu 1 Ajak 2 muncul sebagai solusi. Dengan cara membantu pekerja harian yang ada di jangkauan kita, mereka tak lagi harus bekerja ke luar rumah.

Terlebih, sesuai dengan penyebaran eksponensial virus corona, gerakan ini juga akan menyebarkan kebaikan secara eksponensial, dengan cara mengajak 2 orang lainnya melakukan hal yang sama. Raka kemudian mengunggah sebuah video di Youtube yang dapat menggerakkan banyak orang untuk melakukan hal tersebut Sebagian masyarakat masih tidak peduli tapi ada juga masyarakat yang sudah paham pentingnya social distancing, physical distancing hingga sanitasi termasuk cuci tangan yang bersih, bahkan memakai masker ketika keluar rumah. Sayangnya, mereka kesulitan untuk mendapatkan masker di pasar karena langka

Namun penelitian terbaru menyebutkan, Covid-19 juga bisa menular lewat mikrodroplet Hal tersebut disampaikan oleh Motivator Kesehatan Dr Handrawan Nadesul. mikrodroplet memiliki ukuran yang lebih kecil dari droplet. Percikan mikrodroplet bisa menjangkau jarak sampai enam meter atau lebih, tidak seperti droplet yang jarak percikannya sekitar 1,5-2 meter, Tanpa disadari virus itu berjatuhan di lantai dan kita menginjak lantai tersebut, virus itu juga bisa menempel pada alas kaki. Virus juga menempel pada pakaian yang digunakan tenaga kesehatan Oleh sebab itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang punya alasan yang jelas untuk dilakukan PSBB dan physical distancing perlu dilakukan oleh semua pihak sebagai upaya memutus rantai transmisi Covid-19


Jangan menganggap sepele benda-benda yang dipakai atau Anda dapatkan dari luar rumah. Seperti uang kembalian, alas kaki, pakaian, dan lain sebagainya Tidak cukup cuma dengan pakai masker dan cuci tangan, tetapi diperhatikan benda yang di bawa dari luar. Itu potensi penularan juga besar

#dirumahaja
#psbb
#bersatulawancovid19


Komentar